BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Pengajaran
itu merupakan profesi yang membutuhkan pengetahuan, keterampil, dan kecermatan,
karena ia sama halnya dengan pelatihan kecakapan yang memerlukan kiat, strategi
dan ketelatenan, sehingga menjadi cakap dan professional.[1]
Metode
adalah rencana menyeluruh penyajian bahasa secara sistematis berdasarkan
pendekatan-pendekatan yang ditentukan.[2]
Metode adalah rencana menyeluruh yang berkenaan dengan penyajian materi bahasa
secara teratur, tidak ada satu bagian yang bertentangan dengan yang lain dan
semuanya berdasarkan atas approach yang telah dipilih.[3]
Penerapan
metode pengajaran tidak akan berjalan dengan efektif dan efisien sebagai media
pengantar materi pengajaran bila penerapannya tidak didasari dengan pengetahuan
yang memadahi tentang metode itu, sehingga metode bisa saja sebagai penghambat
jalannya proses pengajaran, bukan komponen penunjang pencapaian tujuan jika
tidak tepat aplikasinya.[4]
Disini
penulis akan menerangkan tentang pengertian dari metodologi pengajaran Bahasa
Arab, tujuan, sasaran dan fungsi pengajaran Bahasa Arab serta prinsip-prinsip
metodologi pengajaran Bahasa Arab. Karena penulis merasa keempat pembahasan
tersebut sangat penting sehingga pengajaran Bahasa arab bisa tercapai
sebagaimana yang diingikan oleh pengajar (guru). Selain itu mengetahui tentang
keempat pembahasan tersebut akan menambah wawasan tentang metodologi pengajaran
Bahasa Arab sehingga metode tidak akan menjadi penghambat jalannya proses
pengajaran.
B.
Rumusan Masalah
- Apa pengertian dari metodologi pengajaran bahasa Arab?
- Apa tujuan dari metodologi
pengajaran bahasa Arab?
- Apa sasaran dan fungsi metodologi
pengajaran bahasa Arab?
- Bagaimana prinsip-prinsip metodologi pengajaran bahasa Arab?
C.
Tujuan Pembahasan
- Untuk mengetahui apa pengertian dari metodologi
pengajaran bahasa Arab.
- Untuk mengetahui apa tujuan
dari metodologi pengajaran bahasa Arab.
- Untuk mengetahui apa sasaran
dan fungsi metodologi pengajaran bahasa Arab.
- Untuk mengetahui bagaimana prinsip-prinsip metodologi pengajaran bahasa Arab.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Metodologi Pengajaran Bahasa Arab
Secara
etimologi istilah metodologi berasal dari bahasa Yunani, yakni dari kata Metodos
yang berarti cara atau jalan, dan Logos artinya ilmu. Sedangkan
secara semantik, metodologi berarti ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang
cara-cara atau jalan yang ditempuh untuk mencapai suatu tujuan dengan hasil
yang efektif dan efisien.[5]
Menurut
Tayar Yusuf metodologi searti dengan kata metodik (methodentic) yaitu
suatu penyelidikan yang sistematis dan formulasi metode yang akan digunakan
dalam penelitian. Dengan kata lain metodologi adalah: ilmu tentang
metode-metode yang mengkaji/membahas mengenai bermacam-macam metode mengajar,
tentang keunggulannya, kelemahannya, lebih tepat/serasi untuk penyajian
pelajaran apa, bagaimana, penerapannya dan sebagainya.[6]
Menurut
Jhos Daniel maksud Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab adalah: cara atau
jalan yang ditempuh bagaimana menyajikan bahan-bahan pelajaran dan bahasa arab.
Agar mudah diterima, diserap dan dikuasai anak didik dengan baik dan
menyenangkan.[7]
Dari
beberapa pendapat diatas dapat kita simpulkan pengertian dari Metodologi
Pengajaran Bahasa Arab ialah sistem atau cara yang digunakan oleh pengajar
ketika mengajar agar pelajaran atau materi yang disampaikan mudah diterima dan
dipahami oleh peserta didik sehingga pengajaran Bahasa Arab bisa berhasil
sesuai yang diinginkan oleh pengajar.
B.
Tujuan Metodologi Pengajaran Bahasa Arab
Menurut
Conny R. Semiawan tujuan dan fungsi dari pengajaran bahasa Arab ialah membentuk
pengertian yang berarti mengajarkan perkataan-perkataan baru dengan artinya
sekaligus kepada anak-anak. Oleh karena itu, pada saat anak belajar membaca
permulaan, jangan mulai menghafal huruf tetapi mulai dari pola kalimat
sederhana. Biasakan anak mendengar, membaca, dan menuliskan arti.[8]
Menurut
Najieb Taufiq tujuan dan fungsi dari pengajaran bahasa Arab ialah
mangajar agar seseorang dapat berkomunikasi dengan baik dan benar
dengan sesamanya dan lingkungannya, baik secara lisan maupun tulisan. Tujuan
pengajaran bahasa adalah untuk menguasasi ilmu bahasa dan kemahiran berbahasa
arab, seperti muthala’ah, muhadatsah, insya’; nahwu dan sharaf,
sehingga memperoleh kemahiran berbahasa yang meliputi empat aspek kemahiran,
yaitu: kemahiran menyimak, kemahiran membaca, kemahiran menulis, dan kemahiran
berbicara. Menyimak merupakan proses perubahan wujud bunyi (bahasa)
menjadi wujud makna. Kemahiran menyimak sebagai kemahiran berbahasa yang
sifatnya reseptif, menerima informasi dari orang lain (pembicara). Kemahiran
membaca merupakan kemahiran berbahasa yang sifatnya. reseptif, menerima
informasi dari orang lain (penulis) di dalam bentuk tulisan. Membaca merupakan
perubahan wujud tulisan menjadi wujud makna.
Kemahiran
menulis merupakan kemahiran bahasa yang sifatnya yang menghasilkan atau
memberikan informasi kepada orang lain (pembaca) di dalam bentuk tulisan.
Menulis merupakanperubahan wujud pikiran atau perasaan menjadi wujud tulisan.
Sedangkan kemahiran berbicara merupakan kemahiran yang sifatnya produktif,
menghasilkan atau menyampaikan informasi kepada orang lain (penyimak) di dalam
bentuk bunyi bahasa (tuturan)
Tujuan
telaah bahasa asing adalah mempelajari sesuatu bahasa agar dapat membaca
susastranya atau agar dapat menarik keuntungan dari disiplin mental dan
perkembangan intelektual yang timbul dari telaah bahasa asing itu. Terjemahan
tata bahasa adalah suatu cara menelaah bahasa yang mendekati bahasa tersebut
pertama-tama melalui kaidah-kaidah tata bahasanya secara terperinci, diikuti
oleh penerapan pengetahuan ini pada tugas penerjemahan kalimat-kalimat dan
teks-teks ke dalam dan dari bahasa sasaran. Oleh karena itu, pembelajaran
bahasa dipandang sebagai yang terdiri dari upaya yang melebihi serta
memenipulasi morfaologi dan sintaksis bahasa asing tersebut. Bahasa pertama
diperlakukan sebagai sistem acuan dalam pemerolehan bahasa kedua.
Departemen
Agama menjelaskan bahwa tujuan umum pembelajaran bahasa Arab adalah:
- untuk dapat memahami al-Quran
dan hadist sebagai sumber hukum ajaran Islam
- untuk dapat memahami buku-buku
agama dan kebudayaan islam yang ditulis dalam bahasa Arab
- untuk dapat berbicara dan
mengarang dalam bahasa Arab
- untuk dapat digunakan sebagai
alat pembantu keahlian lain (supplementary)
- untuk membina ahli bahasa arab,
yakni benar-benar profesional.
Dari
berbagai pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa tujuan dan fungsi pengajaran
bahasa Arab ialah mengajar peserta didik agar mampu berkomunikasi dengan bahasa
Arab secara lisan maupun tulisan dengan baik dan dapat memahami isi Alqur’an
dan hadist sebagai sumber hukum didalam Islam.
C.
Sasaran dan Fungsi Metodologi Pengajaran Bahasa Arab
Ketika
suatu sistem pengajaran atau pun sistem belajar mengajar menerapkan atau pun
membuat silabus metodologi pengajaran dalam suatu bidang studi, tentunya setiap
metode pasti memiliki sasaran yang akan di capai berhubungan dengan metode itu
sendiri. Begitupun dengan metodologi pengajaran bahasa arab. Sasaran setiap
metodologi pengajaran adalah peserta didik terhadap pencapaian indikator suatu
bidang studi. Dengan kata lain, sasarannya adalah hasil yang di peroleh peserta
didik setelah mempelajari dan memahami bidang studi yang di ajarkan dengan
berbagai metode pembelajaran. Seperti contoh metodologi pengajaran bahasa arab
di bawah ini.[9]
|
No
|
Metode
Pengajaran
bahasa arab
|
Sasaran
|
|
1.
|
Sistem
pembelajaran keterampilan kitabah
|
a. peserta didik memahami struktur
tulisan setiap huruf arab
b. peserta didik memahami setiap
perubahan karakter tulisan setiap huruf arab
c. peserta didik memahami tanda baca
huruf arab
d. peserta didik mampu menulis kata
demi kata yang penah di lihat
e. peserta didik mampu menulis kata
yang di dengar
|
|
2.
|
Sistem
pembelajaran keterampilan qira’ah
|
a.
mampu membaca
dengan fasih
b. mampu melihat “benang merah”
antara makna dan lafadz
c.
mampu
menangkap pola pikiran dalam tulisan
d. mampu melihat kelebihan kelebihan
dan kekurangan sebuah ungkapan
e.
mampu
memahami sistematika tulisan dan logika yang terkandung
|
|
3.
|
Tata bahasa dan terjemah
|
a.
menghasilkan
siswa yang terbaik, terlatih, akan pengetahuan kebudayaan sastra yang tinggi
dan mempunyai daya apresiasi sastra.
b. Menghasilkan siswa yang hafal
materi-materi nahwu dan sharaf.
c.
Menghasilkan
siswa yang berkompeten untuk menterjemahkansecara bebas ke bahasa induk ke
bahasa sasaran.
|
D.
Prinsip-prinsip Metodologi Pengajaran Bahasa Arab
Menurut
Yayat Hidayat ada tiga prinsip dasar dalam pengajaran bahasa Arab, yaitu
prinsip prioritas dalam proses penyajian, prinsip koreksitas dan umpan balik,
prinsip bertahap penghayatan serta korelasi dan isi.
- Prinsip Prioritas
Dalam
pembelajaran bahasa Arab, ada prinsip-prinsip prioritas dalam penyampaian
materi pengajaran , yaitu pertama; mengajarkan, mendengarkan, bercakap sebelum
menulis. Kedua; mengakarkan kalimat sebelum mengajarkan kata. Ketiga;
menggunakan kata-kata yang akrab dengan kehidupan sehari-hari sebelum
mengajarkan bahasa sesuai dengan penuturan bahasa Arab
2. Prinsip Korektisitas (الدقة)
Prinsip
ini diterapkan ketika sedang mengajarkan materi الأصوات (fonetik), التراكب (sintaksis), dan المعانى (semiotic). Maksud dari prinsip ini
adalah seorang guru bahasa Arab hendaknya jangan hanya bisa menyalahkan pada
peserta didik, tetapi ia juga harus mampu melakukan pembetulan dan membiasakan
pada peserta didik untuk kritis pada hal-hal berikut: Pertama, korektisitas
dalam pengajaran (fonetik). Kedua, korektisitas dalam pengajaran (sintaksis).
Ketiga, korektisitas dalam pengajaran (semiotic).
a. Korektisitas dalam pengajaran
fonetik Pengajaran aspek keterampilan ini melalui latihan pendengaran dan
ucapan. Jika peserta didik masih sering melafalkan bahasa ibu, maka guru harus
menekankan latihan melafalkan dan menyimak bunyi huruf Arab yang sebenarnya
secara terus-menerus dan fokus pada kesalahan peserta didik.
b. Korektisitas dalam pengajaran
sintaksis Perlu diketahui bahwa struktur kalimat dalam bahasa satu dengan yang
lainnya pada umumnya terdapat banyak perbedaan. Korektisitas ditekankan pada
pengaruh struktur bahasa ibu terhadap Bahasa Arab. Misalnya, dalam bahasa
Indonesia kalimat akan selalu diawali dengan kata benda (subyek), tetapi dalam
bahasa Arab kalimat bisa diawali dengan kata kerja فعل)).
c. Korektisitas dalam pengajaran
semiotik Dalam bahasa Indonesia pada umumnya setiap kata dasar mempunyai satu
makna ketika sudah dimasukan dalam satu kalimat. Tetapi, dalam bahasa Arab,
hampir semua kata mempunyai arti lebih dari satu, yang lebih dikenal dengan
istilah mustarak (satu kata banyak arti) dan mutaradif (berbeda kata sama
arti). Oleh karena itu, guru bahasa Arab harus menaruh perhatian yang besar
terhadap masalah tersebut. Ia harus mampu memberikan solusi yang tepat dalam
mengajarkan makna dari sebuah ungkapan karena kejelasan petunjuk.
- Prinsip Berjenjang ( التدرج )
Jika
dilihat dari sifatnya, ada 3 kategori prinsip berjenjang, yaitu: pertama,
pergeseran dari yang konkrit ke yang abstrak, dari yang global ke yang detail,
dari yang sudah diketahui ke yang belum diketahui. Kedua, ada kesinambungan
antara apa yang telah diberikan sebelumnya dengan apa yang akan ia ajarkan
selanjutnya. Ketiga, ada peningkatan bobot pengajaran terdahulu dengan yang
selanjutnya, baik jumlah jam maupun materinya.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Metodologi
pengajaran bahasa Arab ialah sistem atau cara yang digunakan oleh pengajar
ketika mengajar agar pelajaran atau materi yang disampaikan mudah diterima dan
dipahami oleh peserta didik. Adapun metode yang dapat digunakan oleh pengajar
yaitu:
- Metode tata bahasa
- Metode tarjamah
- Metode tata bahasa dan tarjamah
Tujuan
dan fungsi dari pengajaran bahasa Arab itu sendiri yaitu mengajar peserta agar
mampu berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Arab dengan baik dan benar baik
dalam lisan maupun tulisan.
Prinsip-prinsip pengajaran bahasa arab ialah :
- Prinsip prioritas dalam proses
penyajian
- Prinsip koreksitas dan umpan
balik
- Prinsip bertahap penghayatan
serta korelasi dan isi.
B.
Saran
Dalam
proses belajar dan mengajar sebaiknya pengajar menggunakan metode-metode yang
baik agar peserta didik dapat memahami materi pelajaran dengan baik. Dan
peserta didik harus memperhatikan ketika pengajar memberikan materi agar
terciptanya proses belajar dan mengajar yang baik pula.
DAFTAR PUSTAKA
Ahmad Fuad Effendy, Metodologi
Pengajaran Bahasa Arab, Cet III, (Malang: Misykat, 2005)
Ahmad
Izzan, Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab (Bandung: Humaniora, 2009)
Ahmad Mutadi Anshor, Pengajaran
Bahasa Arab Media dan Metode-metodenya, (Yogyakarta: Teras, 2009)
Azhar Aryad, Bahasa Arab dan Metode
Pengajarannya, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2003)
Conny R. Semiawan, Keterampilan Proses, (Jakarta:
Gramedia, 1984)
Jos
Daniel Parera, Linguistik Edukasional,
( Jakarta: Erlangga, 1994)
Tayar
Yusuf, Metodologi Pembelajaran, ( Jakarta :Gramedia, 2009)
[1]Ahmad Mutadi Anshor, Pengajaran
Bahasa Arab Media dan Metode-metodenya, (Yogyakarta: Teras, 2009), h. 53
[2]Ahmad Fuad Effendy, Metodologi
Pengajaran Bahasa Arab, Cet III, (Malang: Misykat, 2005), h. 6
[3]Azhar Aryad, Bahasa
Arab dan Metode Pengajarannya, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2003), h. 19
[4]Ahmad Mutadi Anshor, Pengajaran
Bahasa Arab Media dan Metode-metodenya. . . . h. 53
[5] Ahmad Izzan, Metodologi
Pembelajaran Bahasa Arab (Bandung: Humaniora, 2009), h.72
[6] Tayar Yusuf, Metodologi
Pembelajaran, ( Jakarta :Gramedia, 2009), h. 176
[7] Jos Daniel Parera, Linguistik Edukasional, ( Jakarta:
Erlangga, 1994), h. 63
[8]Conny R. Semiawan, Keterampilan Proses, (Jakarta:
Gramedia, 1984), h. 10
[9] Ibid. h 20-22
No comments:
Post a Comment