1.
Pengertian Teknologi
Pendidikan
Teknologi
pendidikan adalah teori dan praktik dalam desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan,
penilaian, dan penelitian proses, sumber, dan sistem untuk belajar.[1]
Teknologi
pendidikan merupakan suatu disiplin terapan, artinya ia berkembang karena
adanya kebutuhan di lapangan, yaitu kebutuhan untuk belajar, belajar lebih
efektif dan efisien, lebih luas dan lebih cepat, lebih berkembang, lebih berkualitas,
dan seterusnya.
Teknologi
pendidikan merupakan suatu proses yang kompleks dan terpadu melibatkan orang,
prosedur, peralatan, dan organisasi untuk menganalisis masalah, mencari jalan
pemecahan masalah yang menyangkut semua aspek belajar manusia.
Alat-alat
teknologi pendidikan dapat mengubah peranan guru. Di mana alat – alat teknologi
akan mempermudah guru menyampaikan pesan dalam proses pembelajaran. Namun
peranan guru tidak akan dapat ditiadakan dan akan selalu diperlukan.
Mengawinkan “teknologi’ dengan “pendidikan” dapat mengejutkan profesi guru,
sebab teknologi diasosiasikan dengan
mesin yang dapat menimbulkan bahaya “dehumanisasi” pendidikan,
yaitu pendidikan yang “mechanical” yang serba mesin, yang menghilangkan unsur manusiawi yang selalu
terdapat dalam interaksi sosial antara guru dan murid dan antara murid dan
pelajaran.
Pengalaman
dengan alat teknologi pendidikan membuktikan bahwa dalam proses belajar mengajar
guru tetap memegang peranan penting. Macam-macam teknologi pendidikan
menurut Davies yaitu:
a.
Hardware
Teknologi pendidikan yang
mengarah pada perangkat keras seperti proyektor, laboratorium, komputer (CD
ROM, LCD, TV, Video, dan alat elektronik lainnya). Teknologi mekanik ini dapat
mengotomatiskan proses pembelajaran dengan alat yang memancarkan,
memperkuat suara, mendistribusikan, merekam dan mereproduksi stimuli material
yang menjangkau pendengar atau peserta didik dalam jumlah yang besar. Jadi
teknologi satu ini efektif dan efisien.
b.
Software
Teknologi
pendidikan yang mengacu pada perangkat lunak yaitu menekankan pentingnya
bantuan terhadap pembelajaran. Terutama dalam kurikulum, pengembangan
instruksional, metodologi pengajaran, dan evaluasi. Jadi perangkat lunak,
menyediakan keperluan bagaimana merancang yang baru atau memperbarui yang
sekarang, bermanfaat pada pengalaman belajar.[2]
Teknologi pendidikan
dalam konteks sebenarnya tidak hanya mengacu pada perangkat keras saja
seperti yang umum dijadikan sebagai persepsi yang benar, namum juga
meliputi perangkat lunak.
Miarso mengemukakan
bahwa teknologi pendidikan dapat didefenisikan kemampuannya dengan dua cara;
Pertama dengan melakukan pengkajian empirik, dan kedua dengan melakukan
analisis konseptual.[3]
kegunaan teknologi pendidikan sebagai berikut:
a.
Mengembangkan
pengetahuan dan keterampilan dasar yang efesien dari cara-cara konvensional;
b.
Mengajarkan konsep dan
keterampilan penalaran pada peringkat tinggi yang sulit dikembangkan tanpa
bantuan teknologi;
c.
Mengembangkan pemehaman
tentang teknologi informasi serta kegunaanya bagi masyarakat dan dunia kerja;
d.
Memungkinkan guru untuk
mengelola lingkungan belajar, di mana belajar dirancang untuk memenuhi
kebutuhan dan kemampuan masing-masing siswa, serta kemampuan mereka untuk
mencapai penguasaan yang dipreskripsikan;
e.
Mengembangkan
keterampilan dalam menggunakan komputer dan teknologi lain yang
berkaitan.
2.
Teknologi Pendidikan
dalam Pembelajaran
Proses pembelajaran
berintikan kegiatan belajar, dalam arti proses pembelajaran harus mampu
mengupayakan bagaimana peserta didik belajar. Karena inti dari proses pembelajaran
adalah peserta didik belajar, maka efektivitasnya sangat bergantung pada
efektivitas peserta didik dalam belajar. Demikian pentingnya kegiatan belajar,
sehingga Muhibbin Syah mengemukakan bahwa tanpa belajar tak pernah ada
pendidikan, karena bagian terbesar proses pendidikan adalah diarahkan pada
tercapainya proses perubahan pada diri manusia.
Efektivitas proses
belajar menekankan pada suatu usaha yang akan melahirkan aktivitas belajar yang
efektif. Belajar yang efektif pada hakikatnya merupakan suatu aktivitas belajar
yang optimal pada diri peserta didik.
Penerapan strategi pembelajaran
yang menekankan pada keefektifan siswa dalam belajar akan menyebabkan siswa
dapat menggunakan seluruh kompetensi dasar yang dimilikinya untuk melakukan
berbagai kegiatan belajar yang dipersyaratkan.
Pembelajaran
dikategorikan efektif dari sudut Proses (by Process), jika pembelajaran
itu berlangsung secara interaktif yang dinamis sehingga memungkinkan siswa
dapat mengembangkan potensinya melalui kegiatan belajar berdasarkan tujuan yang
telah ditetapkan. Sedangkan Pembelajaran dikatakan efektif dari sudut
hasil (by Product), adalah jika siswa dapat mewujudkan tujuan pembelajaran
baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya.
Mengkaji kriteria
tersebut di atas, menunjukkan bahwa Pembelajaran yang efektif menitikberatkan
pada penciptaan aktivitas belajar siswa seoptimal mungkin. Guru harus selalu
berusah menfasilitasi dan menciptakan kondisi yang kondusif agar siswa dapat
belajar secara aktif atas kesadaran dan kemauannya sendiri.
Efektifitas pendidikan
dan pembelajaran sering diukur dengan tercapainya tujuan yang telah ditentukan
sebelumnya. Pengertian ini mengandung pokok pikiran bahwa pendidikan dan Pembelajaran
haruslah:
a.
Bersistem (sistematis),
yaitu penyelenggaraan pendidikan dan Pembelajaran secara sistematis, mulai dari
tahap perencanaan, pengembangan, pelaksanaan, penilaian, dan penyempurnaan.
b.
Sensitif terhadap
kebutuhan tugas belajar dan kebutuhan pembelajaran.
c.
Jelas tujuannya dan
dapat dihimpun usaha untuk mencapainya.
d.
Bertolak dari kemampuan
atau kekuatan mereka yang bersangkutan yakni; peserta didik, pendidik,
masyarakat, dan pemerintah.[4]
Untuk menunjang proses
pembelajaran yang efektif maka teknologi pendidikan sangat diperlukan karena
dalam praktiknya teknologi pendidikan mempunyai andil yang besar dalam dunia
pembelajaran modern, berkaitan dengan hal di atas prinsip yang melandasi
teknologi pendidikan dalam proses pembelajaran sekurang – kurangnya ada
5 yaitu:
a.
Teknologi pendidikan
sebagai usaha memperoleh tingkah laku.
b.
Hasil belajar siswa
ditandai dengan perubahan tingkah laku secara keseluruhan.
c.
Pembelajaran merupakan
suatu proses.
d.
Proses pembelajaran
terjadi karena adanya suatu dorongan dan tujuan yang akan dicapai.
e.
Pembelajaran merupakan
bentuk pengalaman.
Dari uraian di atas
maka dalam pembelajaran yang baik dalam konteks teknologi pendidikan, media
atau alat pembelajaran memiliki nilai manfaat bagi pendidik maupun peserta
didik karena cukup efektif dan efisien dalam upaya pencapaian kompetensi yang
diharapkan. Media atau alat-alat pembelajaran tersebut seperti radio, televisi,
laptop, notebook, internet, LCD, smartphone, dan lainnya baik yang
bersifat sederhana maupun modern sangat membantu keefektifan proses
pembelajaran. Pembelajaran berbasis teknologi pendidikan akan berjalan sangat
efektif jika guru menerapkan model pembelajaran berpusat pada siswa (student
centered).
Dalam proses / konsep
teknologi pendidikan, tugas media atau alat bukan hanya sekedar
mengkomunikasikan hubungan antara sumber (pengajar) dan si penerima (peserta
didik), namun lebih dari itu merupakan bagian yang integral dan saling
mempunyai keterkaitan antara komponen yang satu dengan yang lainnya, saling
berinteraksi dan saling mempengaruhi.
Daftar Pustaka:
- Ishak Abdulhak, dan Deni Darmawan, Teknologi Pendidikan (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2013)
- Moh. Suadi, Belajar dan Pembelajaran, (Yogyakarta: Deepublish, 2015)
- Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta: Reineka Cipta, 2009
- Yusufhadi Miarso, Menyemai Benih Teknologi Pendidikan, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2011)
[1] Ishak
Abdulhak, dan Deni Darmawan, Teknologi Pendidikan (Bandung: PT Remaja
Rosdakarya, 2013), hlm. 110.
[2] Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar,
(Jakarta: Reineka Cipta, 2009), hlm. 120.
[3] Yusufhadi Miarso, Menyemai Benih
Teknologi Pendidikan, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2011), hlm.
17.
[4]
Moh. Suadi, Belajar dan Pembelajaran, (Yogyakarta: Deepublish, 2015),
hlm 7.
No comments:
Post a Comment