Sunday, April 19, 2020

Teknologi Pendidikan dalam Pembelajaran


1.      Pengertian Teknologi Pendidikan
Teknologi pendidikan  adalah teori dan praktik dalam desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan, penilaian, dan penelitian proses, sumber, dan sistem untuk belajar.[1]
Teknologi pendidikan merupakan suatu disiplin terapan, artinya ia berkembang karena adanya kebutuhan di lapangan, yaitu kebutuhan untuk belajar, belajar lebih efektif dan efisien, lebih luas dan lebih cepat, lebih berkembang, lebih berkualitas, dan seterusnya.
Teknologi pendidikan merupakan suatu proses yang kompleks dan terpadu melibatkan orang, prosedur, peralatan, dan organisasi untuk menganalisis masalah, mencari jalan pemecahan masalah yang menyangkut semua aspek belajar manusia.
Alat-alat teknologi pendidikan dapat mengubah peranan guru. Di mana alat – alat teknologi akan mempermudah guru menyampaikan pesan dalam proses pembelajaran. Namun peranan guru tidak akan dapat ditiadakan dan akan selalu diperlukan. Mengawinkan “teknologi’ dengan “pendidikan” dapat mengejutkan profesi guru, sebab  teknologi diasosiasikan dengan mesin yang dapat menimbulkan  bahaya “dehumanisasi” pendidikan, yaitu pendidikan yang  “mechanical”  yang serba mesin,  yang menghilangkan unsur manusiawi yang selalu terdapat dalam interaksi sosial antara guru dan murid dan antara murid dan  pelajaran.
Pengalaman dengan alat teknologi pendidikan membuktikan bahwa dalam proses belajar mengajar guru tetap memegang peranan penting. Macam-macam teknologi pendidikan menurut Davies yaitu:

a.      Hardware
Teknologi pendidikan yang mengarah pada perangkat keras seperti proyektor, laboratorium, komputer (CD ROM, LCD, TV, Video, dan alat elektronik lainnya). Teknologi mekanik ini dapat mengotomatiskan proses pembelajaran dengan alat yang memancarkan, memperkuat suara, mendistribusikan, merekam dan mereproduksi stimuli material yang menjangkau pendengar atau peserta didik dalam jumlah yang besar. Jadi teknologi satu ini efektif dan efisien.
b.      Software
Teknologi pendidikan yang mengacu pada perangkat lunak yaitu menekankan pentingnya bantuan terhadap pembelajaran. Terutama dalam kurikulum, pengembangan instruksional, metodologi pengajaran, dan evaluasi. Jadi perangkat lunak, menyediakan keperluan bagaimana merancang yang baru atau memperbarui yang sekarang, bermanfaat pada pengalaman belajar.[2]
Teknologi pendidikan dalam konteks sebenarnya tidak hanya mengacu pada perangkat keras saja seperti yang umum dijadikan sebagai persepsi yang benar, namum juga meliputi perangkat lunak.
Miarso mengemukakan bahwa teknologi pendidikan dapat didefenisikan kemampuannya dengan dua cara; Pertama dengan melakukan pengkajian empirik, dan kedua dengan melakukan analisis konseptual.[3] kegunaan teknologi pendidikan sebagai berikut:
a.       Mengembangkan pengetahuan dan keterampilan dasar yang efesien dari cara-cara konvensional;
b.      Mengajarkan konsep dan keterampilan penalaran pada peringkat tinggi yang sulit dikembangkan tanpa bantuan teknologi;
c.       Mengembangkan pemehaman tentang teknologi informasi serta kegunaanya bagi masyarakat dan dunia kerja;
d.      Memungkinkan guru untuk mengelola lingkungan belajar, di mana belajar dirancang untuk memenuhi kebutuhan dan kemampuan masing-masing siswa, serta kemampuan mereka untuk mencapai penguasaan yang dipreskripsikan;
e.       Mengembangkan keterampilan dalam menggunakan komputer dan teknologi lain yang berkaitan. 

2.      Teknologi Pendidikan dalam Pembelajaran
Proses pembelajaran berintikan kegiatan belajar, dalam arti proses pembelajaran harus mampu mengupayakan bagaimana peserta didik belajar. Karena inti dari proses pembelajaran adalah peserta didik belajar, maka efektivitasnya sangat bergantung pada efektivitas peserta didik dalam belajar. Demikian pentingnya kegiatan belajar, sehingga Muhibbin Syah mengemukakan bahwa tanpa belajar tak pernah ada pendidikan, karena bagian terbesar proses pendidikan adalah diarahkan pada tercapainya proses perubahan pada diri manusia.
Efektivitas proses belajar menekankan pada suatu usaha yang akan melahirkan aktivitas belajar yang efektif. Belajar yang efektif pada hakikatnya merupakan suatu aktivitas belajar yang optimal pada diri peserta didik.
Penerapan strategi pembelajaran yang menekankan pada keefektifan siswa dalam belajar akan menyebabkan siswa dapat menggunakan seluruh kompetensi dasar yang dimilikinya untuk melakukan berbagai kegiatan belajar yang dipersyaratkan.
Pembelajaran dikategorikan efektif dari sudut Proses (by Process), jika pembelajaran itu berlangsung secara interaktif yang dinamis sehingga memungkinkan siswa dapat mengembangkan potensinya melalui kegiatan belajar berdasarkan tujuan yang telah ditetapkan. Sedangkan Pembelajaran dikatakan efektif dari sudut hasil (by Product), adalah jika siswa dapat mewujudkan tujuan pembelajaran baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya.
Mengkaji kriteria tersebut di atas, menunjukkan bahwa Pembelajaran yang efektif menitikberatkan pada penciptaan aktivitas belajar siswa seoptimal mungkin. Guru harus selalu berusah menfasilitasi dan menciptakan kondisi yang kondusif agar siswa dapat belajar secara aktif atas kesadaran dan kemauannya sendiri.
Efektifitas pendidikan dan pembelajaran sering diukur dengan tercapainya tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. Pengertian ini mengandung pokok pikiran bahwa pendidikan dan Pembelajaran haruslah:
a.       Bersistem (sistematis), yaitu penyelenggaraan pendidikan dan Pembelajaran secara sistematis, mulai dari tahap perencanaan, pengembangan, pelaksanaan, penilaian, dan penyempurnaan.
b.      Sensitif terhadap kebutuhan tugas belajar dan kebutuhan pembelajaran.
c.       Jelas tujuannya dan dapat dihimpun usaha untuk mencapainya.
d.      Bertolak dari kemampuan atau kekuatan mereka yang bersangkutan yakni; peserta didik, pendidik, masyarakat, dan pemerintah.[4]
Untuk menunjang proses pembelajaran yang efektif maka teknologi pendidikan sangat diperlukan karena dalam praktiknya teknologi pendidikan mempunyai andil yang besar dalam dunia pembelajaran modern, berkaitan dengan hal di atas prinsip yang melandasi teknologi pendidikan dalam proses pembelajaran sekurang – kurangnya ada 5 yaitu:
a.       Teknologi pendidikan sebagai usaha memperoleh tingkah laku.
b.      Hasil belajar siswa ditandai dengan perubahan tingkah laku secara keseluruhan.
c.       Pembelajaran merupakan suatu proses.
d.      Proses pembelajaran terjadi karena adanya suatu dorongan dan tujuan yang akan dicapai.
e.       Pembelajaran merupakan bentuk pengalaman.
Dari uraian di atas maka dalam pembelajaran yang baik dalam konteks teknologi pendidikan, media atau alat pembelajaran memiliki nilai manfaat bagi pendidik maupun peserta didik karena cukup efektif dan efisien dalam upaya pencapaian kompetensi yang diharapkan. Media atau alat-alat pembelajaran tersebut seperti radio, televisi, laptop, notebook, internet, LCD, smartphone, dan lainnya baik yang bersifat sederhana maupun modern sangat membantu keefektifan proses pembelajaran. Pembelajaran berbasis teknologi pendidikan akan berjalan sangat efektif jika guru menerapkan model pembelajaran berpusat pada siswa (student centered).
Dalam proses / konsep teknologi pendidikan, tugas media atau alat bukan hanya sekedar mengkomunikasikan hubungan antara sumber (pengajar) dan si penerima (peserta didik), namun lebih dari itu merupakan bagian yang integral dan saling mempunyai keterkaitan antara komponen yang satu dengan yang lainnya, saling berinteraksi dan saling mempengaruhi.

Daftar Pustaka:
  1. Ishak Abdulhak, dan Deni Darmawan, Teknologi Pendidikan (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2013)
  2. Moh. Suadi, Belajar dan Pembelajaran, (Yogyakarta: Deepublish, 2015)
  3. Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta: Reineka Cipta, 2009
  4. Yusufhadi Miarso, Menyemai Benih Teknologi Pendidikan, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2011)

[1] Ishak Abdulhak, dan Deni Darmawan, Teknologi Pendidikan (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2013), hlm. 110.
[2] Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta: Reineka Cipta, 2009), hlm. 120.
[3] Yusufhadi Miarso, Menyemai Benih Teknologi Pendidikan, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2011), hlm. 17.
[4] Moh. Suadi, Belajar dan Pembelajaran, (Yogyakarta: Deepublish, 2015), hlm 7.

No comments:

Post a Comment